Profil

Bekas Pengurus Masjid yang Sukses Kelola 442 Cabang Bisnis

iDelik.com – Stigma atau cap teroris yang sering dilekatkan kepada alumni Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Solo, Jawa Tengah tidaklah
selalu benar. Memang ada segelintir alumni pesantren ini yang terbukti terlibat dalam aksi terorisme Bom Bali tahun 2002 yang menewaskan 200 orang lebih. Tetapi pesantren ini memiliki tidak kurang dari 15.000 alumni yang hidup tersebar dalam kiprah kehidupan beragam.

Rahmat Agung adalah seorang dari sekian banyak alumni Pesantren Al Mukmin yang mendedikasikan hidupnya untuk menebar manfaat banyak orang. Ya, Agung membangun usaha penerbitan dan les baca yang tergolong sukses. Usaha ini diminati banyak kalangan.

Selepas lulus pendidikan SLTA dari Ngruki pada tahun 1995, selain kuliah Jurusan Teknik Kimia di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Agung menjadi marbot di Masjid Jamsaren Solo, Jawa Tengah. Pekerjaan ini dia lakoni karena tidak punya uang untuk biaya kos. Sehari-hari, dia mengajar mengaji sambil kuliah. Kehidupan Agung terus berjalan. Dia berpindah dari satu masjid ke masjid lain di kota itu. Karena memang hanya masjid yang paling memungkinkan bagi dirinya untuk bisa tinggal gratis sambil mengajar mengaji. Sebetulnya, bisnis adalah dunia yang jauh dari bayangan
Agung saat itu. Namun, perjalanan hidupnya dari masjid ke masjid justru menuntunnya untuk memulai lembar kehidupan baru. Suatu ketika, dia mendapat pekerjaan menjadi staf Bambang Rudjito, seorang pengusaha yang cukup dikenal di Solo. Bambang adalah eksporter kaca ukir sekaligus menjadi pengurus Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Asmindo) Solo. Dari melayani pengusaha inilah Agung sering diajak mengikuti rapat-rapat asosiasi. Saat itu, asosiasi ini dipimpin Ir Joko Widodo, yang saat ini menjabat sebagai Presiden RI.

Dalam perjalanannya, pada tahun 2008 Agung bertemu seorang penulis buku metode belajar membaca bagi anak-anak.
Buku itu berjudul Anak Hebat. Buku ini sudah ditawarkan ke berbagai penerbit namun ditolak. “Saat ini sudah sekitar
5.000 orang mengikuti training ini untuk berpraktik mengajar dengan kurikulum Anak Hebat,” lanjut Agung.
Setiap minggu dilakukan training untuk para calon pengajar Anak Hebat ini. Trainer-nya tidak lain dan tidak bukan adalah penulis buku itu sendiri.

Baca Juga :  5 Jenis Usaha Yang Diprediksi Akan Berkembang Pesat Di Masa Depan

Anak Hebat akhirnya berkembang menjadi les baca dan penerbitan buku. Sampai saat ini, les baca Anak Hebat sudah memiliki jaringan sebanyak 442 cabang yang tersebar di 22 propinsi di Indonesia. Seluruh cabang bersifat independen dan murni milik mereka yang sudah punya lisensi. Tidak ada istilah franchise atau biaya-biaya lain di luar biaya training dan pengadaan buku untuk siswa.

Terimakasih telah memaca Bekas Pengurus Masjid yang Sukses Kelola 442 Cabang Bisnis, baca juga artikel lainnya dalam kanal ini.

Komentar Anda?

To Top